Minggu, 08 Desember 2013

Berpikir Dewasa Belum Tentu Bersikap Dewasa



BerpikirDewasa Belum Tentu Bersikap Dewasa


           Beberapa hari lalu saya sering melihat postingan teman-teman atau rekan-rekan di maillist maupun di group facebook, yaitu banyak yang selalu berfikir kritis terhadap dogma agama maupun pada sistem pemerintahan dari bentuk khilafah dan juga demokrasi. Karena mungkin mereka merasa terpanggil untuk memperbaiki semua keadaan dari krisis moral, ekonomi dan juga kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.

     Pembahasan pada kemiskinan dan moral selalu menjadi dasar bahasan. Perasaan dan semua pola pikir mengingatkan kita pada keadaan orang-orang yang menjadi objek bahasan yaitu orang yang hidup dibawah garis kemiskinan (proletar) tersebut. Totalitas kesimpulan yang ada pada mereka sangat banyak dalam pandangan terhadap alasan kemiskinan dan moral itu, karena mungkin mereka itu mengikuti dogma agama tanpa kritis terhadap agama yang dianutnya, mungkin mereka itu korban kemalasan, dan mungkin juga mereka korban peradaban ataupun korban sistem yang salah.
alau kita mau jujur sebenarnya hal ini telah menjadi persoalan kemanusiaan yang jauh lebih dalam dan lebih penting yang bukan hanya menghabiskan waktu untuk berdiskusi/berdebat pada kesempatan tertentu saja. Walaupun wawasan kita bertambah tapi apakah semua itu bermanfaat buat mereka (orang yang hidup dibawah garis kemiskinan) yang jauh lebih membutuhkan sikap nyata kita. Dan apakah keadaan mereka bisa berubah hanya dengan nasehat-nasehat yang kita berikan dan doa-doa yang kita panjatkan buat mereka?
Berangkat dari pengalaman saya dan mungkin bukan saya saja yang melihat banyak orang berdoa sampai menangis dengan cucuran air mata (Fundamentalis tanpa sikap kritis), mereka yang berfikir (Intelektual tanpa bersikap) dan juga mereka (Pelaku spiritualitas tanpa sikap kritis). Mereka hanya asik bermain dalam keadaan yang hinggap pada backgroundnya masing-masing dan mereka selalu merasa sudah menjalankan apa yang menjadi panggilan semu terhadap keadaan kemiskinan dan keadilan tersebut.
Dan bila kita mau mengakui dan lebih bersikap jujur pada diri ini bahwa kitalah sendiri yang sebenarnya menjadi penghalang terbesar terhadap keadaan kemiskinan yang ada dan keadilan yang seharusnya mereka (proletar) dapatkan. Penghalang terbesar ini seperti tembok raksasa yang menjadi penghambat terangkuh dan terkuat yang hanya bisa di robohkan dengan sikap kritis diri sendiri dari pada kritis keluar diri (sudahkah kita berbuat sesuatu yang berguna, walaupun hal kecil terhadap mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan)
Sekarang kita mulai dengan semua pertanyaan-pertanyaan klasik terhadap tujuan hidup ini. Apa anda selalu memaknai hidup ini? Apa anda sudah melupakannya? Apa yang anda dapat dari pengaruh ajaran agama anda selama ini? Apa yang anda dapat dari pengaruh dari sistem yang anda banggakan selama ini? Apa itu semua telah mengubah kemiskinan di negara ini? Apa dengan itu semua terciptanya keadilan bagi mereka (kaum proletar) dalam hal pendidikan ataupun kesejahteraan? Apa kita sudah merasa bangga terhadap keadaan sekarang ini?
Berfikir dewasa belum tentu bersikap dewasa, kenapa? Karena memang inilah yang terjadi bukan? kita terlalu asik bermain pada awal tujuan tapi melupakan proses nyata yaitu bersikap pada kenyataan hidup, karena hidup bukan hanya berfikir yang hanya memasukan pengetahuan dalam gagasan, saya sangat yakin bahwa hidup bukan hanya dalam konsep ide dan tujuan tapi juga dengan gerak. Dan gerak disini dalam arti proses bersikap yaitu menjalankan semua yang sudah masuk dalam gagasan, imajinasi dan juga harapan dalam pemaknaan pada kehidupan nyata.
Manusia bisa saja dibilang manusia karena memang punya fikiran, ide dan mimpi tapi belum tentu di bilang kemanusiaan yaitu ke derajat yang lebih tinggi lagi. Kemanusiaan itu lahir dari sebuah rasa terhadap gerakan atas pemaknaan arti “manusia” sesungguhnya, karena gerak adalah bagian nyata hidup.
Kita selalu mengutamakan tujuan tapi kadang melupakan sikap (proses nyata) bukankah ini terbalik? Seharusnya tujuan itu menjadi awal segala bentuk sikap, tapi perlu di pastikan kembali bahwa proseslah yang utama, “tujuan adalah awal tapi yang utama adalah prosesnya. Coba anda melihat di sekililing anda yaitu kaum proletar apa mereka tidak nyata untuk dilihat dengan mata ini maupun dengan mata hati anda?.
Kita selalu ingin merasa nyaman, kita terus bohong pada diri sendiri terlebih pada kenyataan. Mimpi dan juga harapan kita satu, yaitu ingin kebahagian, begitupun kaum proletar sudah pasti juga ingin bahagia. Satu-satunya finalnya adalah dengan jalan sikap (gerak).
Beberapa kebodohan yang sulit dihilangkan sepanjang sejarah manusia antara lain perang atas pembelaan agama dan juga kita yang selalu merasa sudah menjalankan konsep harapan terhadap hidup nyata padahal kemungkinan besar hanya dalam konsep diskusi dan opini saja.
Kemanusiaan tidak memandang agama, kemanusiaan bukan karena ideologi dan kemanusiaan bukan hanya untuk dijadikan konsep, tapi bila kita sudah bersikap dengan rasa kemanusiaan itulah yang saya sebut sebagai orang yang beragama dan orang yang berintelektual (aksi) yang telah membuktikan sikap membantu kaum proletar dan ikut serta pada kegiatan kemanusiaan, inilah orang-orang yang sudah tepat menjalankan ideologi dan keyakinan agamanya.
Musuh nyata kita adalah diri kita sendiri (ego). Jadi masalahnya bukan agama dan ideologinya tapi egonya.
Pesan :
Tulisan ini hanya sebagai semangat “Kritis” terhadap pembenahan diri dari segala arah. Bukan untuk mendukung khilafah maupun demokrasi ataupun agama tertentu tapi lebih mengkritisi diri sendiri dibandingkan keluar diri dari pada menghabiskan waktu serta momen kehidupan di dunia ini yang hanya diisi dengan semua filosofis dan argumen-argumen kosong tanpa kenyataan.
~ Memang nikmat membaca itu tapi lebih nikmat lagi bila kita menulis, dan terus berkarya Oleh Gw Untuk Lo~ PiSs ah…!! :p
Tulisan Yang Berkaitan
Dewasa dalam berpikir dan bertindak
Dalam beberapa hari ini saya merasa diri saya merasa tidak berharga, hal ini disebabkan oleh pikiran-pikiran yang merasauki saya. Sebagai contoh, saya tidak begitu enjoy dengan gaji yang saya terima jika saya membandingkan diri saya dengan orang lain, ada orang yang kelihatannya sombong dengan wajah merendahkan orang, dan saya merasa saya itu tidak bias menempatkan diri dalam kelompok. Semakin saya pikiri hal ini semakin sedih rasanya hati saya dan emosi mulai membara dalam hati ini. Setelah saya piker-pikir lebih dalam lagi tidak ada gunanya saya memikirkan masalah itu, tapi lebih baik saya mencari apa yang menjadi penyebab dari akibat yang saya rasakan ini.
Dalam tulisan yang terdahulu saya sudah menuliskan bahwa bagaimana cara kita memandang dunia begitulah kita jadinya. Setelah saya analisa penyebab dari semua ini adalah bahwa saya tidak dewasa dalam berpikir dan bertindak. Sekarang kita definisikan dulu dewasa itu apa ? dewasa adalah melakukan sesuatu dengan cara berpikir sebelum bertindak dan mampu menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya. Contoh dari berpikir sebelum bertindak yang saya lakukan adalah :tidak punya perencanaan sebelum bekerja, banyak chating dan baca berita, kurang koordinasi dengan rekan kerja. Untuk berubah maka saya harus merubah ketidak dewasaan saya dalam ketiga hal diatas kea rah yang lebih baik.
Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana saya merubah ketiga hal tersebut ? saya mulai belajar dari alkitab, dalam kitab Amsal 14:23 dikatakan “Dalam jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja”. Selama saya bekerja jarang saya bekerja dalam jerih payah, makanya saya tidak untung, dan saya sering chating hanya membahas hal-hal yang tidak perlu makanya saya banyak kekurangan, misalnya kurang persiapan masa depan, seiring dengan waktu dan umur yang sudah makin tua saya makin sadar banyak yang kurang dalam diri saya, padahal seharusnya saya sudah bias ini dan itu.
Formulanya sudah dapat dalam Amsal 14:23, yang menjadi pertanyaan bagaimana caranya supaya saya bekerja dalam jerih payah ?. Jawabannya adalah :
JERIH PAYAH ——–>KINERJA OPERASIONAL ——>KEUNTUNGAN

Dengan formula ini dapat disimpulkan dengan jerih payah maka kita harus menentukan kinerja operasional dari jerih payah untuk mencapai target keuntungan. Kinerja operasional yang dimaksud disini adalah indicator-indikator yang membuat saya jerih payah untuk mencapai target, indikator tersebut adalah waktu, kecepatan, ketepatan. Dari indikator ini maka saya akan membuat rencana kerja, dimana setiap rencana yang saya buat akan saya nilai berdasarkan indikator tersebut. Setelah setiap rencana kerja saya laksanakan makan akan saya nilai apakah target keuntungan tercapai atau tidak.
Sering kali kita tidak mengerti mengapa otak kita tidak bisa menyerap sesuatu dengan cepat…. Nah. disini aku memberikan cara2 yang mungkin berguna bagi pembaca untuk meningkatkan daya ingat otak kita..
1. Ambillah dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.
*Mungkin akan terlalu sulit bagi anda, karena harganya juga tidak murah.. Buat yang mampu, bagus banget nihh..
2. Seks secara teratur
Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.
* Ini buat yg udah nikah ..
3. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.
* Lakukan serutin mungkin, biar otak ga tumpul di asah terus..
4. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.
* Jangan naek motor terus. sekali kali jalan napa..
5. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.
* belajar bahasa inggris aja paling gampang…
6. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.
* Tertawalah terus.. jangan kelebihan aja,,
7. Menjadi kreatifif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.
* Buatlah kreasi dirimu sendiri,…
8. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.
* Mari kita bermain lempar2 an… keluarkan semua piring di dapurmu,,
9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).
Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.
* Mari kita berimajinasi..
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar