Minggu, 08 Desember 2013

Berpikir Dewasa Belum Tentu Bersikap Dewasa



BerpikirDewasa Belum Tentu Bersikap Dewasa


           Beberapa hari lalu saya sering melihat postingan teman-teman atau rekan-rekan di maillist maupun di group facebook, yaitu banyak yang selalu berfikir kritis terhadap dogma agama maupun pada sistem pemerintahan dari bentuk khilafah dan juga demokrasi. Karena mungkin mereka merasa terpanggil untuk memperbaiki semua keadaan dari krisis moral, ekonomi dan juga kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas.

     Pembahasan pada kemiskinan dan moral selalu menjadi dasar bahasan. Perasaan dan semua pola pikir mengingatkan kita pada keadaan orang-orang yang menjadi objek bahasan yaitu orang yang hidup dibawah garis kemiskinan (proletar) tersebut. Totalitas kesimpulan yang ada pada mereka sangat banyak dalam pandangan terhadap alasan kemiskinan dan moral itu, karena mungkin mereka itu mengikuti dogma agama tanpa kritis terhadap agama yang dianutnya, mungkin mereka itu korban kemalasan, dan mungkin juga mereka korban peradaban ataupun korban sistem yang salah.

Ghodir Khum


Ghadir Khum: Sejarah Yang Mustahil Untuk Diingkari
Ghadir Khum: Sejarah Yang Mustahil Untuk Diingkari

Allah Swt berfirman: “Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan risalah/agama-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al Maidah: 67)
Peristiwa pengangkatan Imam Ali sebagai pengganti dan penerus kepemimpinan Islam pasca Nabi saw, terjadi di tempat yang bernama Ghadir Khum, yang terletak di kawasan antara Mekkah dan Madinah di dekat Juhfah, sekitar 200 km dari Mekkah.
Peristiwa besar yang menggemparkan sejarah ini,
terjadi pada bulan terakhir tahun ke-10 Hijriah, setelah Rasul saw menjalankan Haji Perpisahan/Terakhir (Hajjatul Wada’). Semua sahabat sadar bahwa sebentar lagi wahyu akan terputus dari mereka. Ini adalah saat-saat terakhir kebersamaan mereka dengan Nabi Besar Muhammad saw.

Selasa, 03 Desember 2013


Adab-Adab Islami


KATA PENGANTAR

Segenap puji serta syukur senantiasa terpanjatkan kehadirat Allah Azza wa Jalla yang terlahir dari penghambaan yang tulus atas segala ni’mat yang tercurahkan. Atas izin-Nya buku ini bisa tersusun untuk memenuhi kebutuhan TPQ sebagai panduan guru dalam mengajarkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan selalu kepada Tauladan kita, Rasulullah shollallahu ’alaihi wasallam. Sebagai penerang jalan umat manusia dengan membawa cahaya Islam yang sempurna menuju kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak dengan ridho-Nya.